Kasus Viral Korban Pencurian Jadi Tersangka
Seorang wanita bernama Nabilah O'Brien viral di media sosial setelah ditetapkan sebagai tersangka di Dittipidsiber Bareskrim Polri. Ironisnya, dia awalnya adalah korban pencurian di restoran miliknya, Bibi Kelinci Kopitiam di Kemang, Jakarta Selatan. Kasus ini mencuat setelah Nabilah mengunggah video di Instagram yang menceritakan pengalamannya.
Kronologi Peristiwa Pencurian
Nabilah melaporkan pasangan suami istri berinisial ZK dan ESR ke Polsek Mampang Prapatan atas dugaan pencurian makanan. Keduanya disebut tidak membayar makanan yang dipesan di restorannya. Kapolsek Mampang Prapatan, AKP Dian Purnomo, membenarkan bahwa ZK dan ESR sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Nabilah sejak September 2025.
Pengakuan Nabilah O'Brien
Dalam video viralnya, Nabilah mengaku selama lima bulan memilih diam karena merasa takut. Dia menyatakan, "Saya korban pencurian yang menjadi tersangka di Bareskrim polri. Saya diam selama lima bulan karena saya takut untuk bersuara dan berbicara." Pengakuan ini disampaikannya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Tuntutan Uang Rp1 Miliar
Nabilah mengungkapkan bahwa selama lima bulan dia diminta untuk mengakui bahwa pernyataannya dan rekaman CCTV adalah fitnah. Lebih mengejutkan, dia juga mengaku diminta uang sebesar Rp1 miliar dalam kasus tersebut. "Selama lima bulan, saya diminta untuk mengakui bahwa apa yang saya ungkapkan dan CCTV saya adalah fitnah, juga saya diminta Rp1 miliar," ungkapnya.
Permohonan Keadilan
Karena merasa terpojok, Nabilah meminta kepada Komisi III DPR serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memberikan keadilan. Dia berharap bisa melanjutkan hidupnya dan yakin keadilan bisa ditegakkan. "Saya korban pencurian. Saya harap dapat melanjutkan hidup saya dan saya yakin keadilan bisa ditegakkan," tutur Nabilah.
Status Hukum Terkini
Kapolsek Mampang Prapatan menjelaskan bahwa Nabilah dilaporkan ke Bareskrim oleh pasangan suami istri ZK dan ESR. Sementara itu, ZK dan ESR sendiri sudah berstatus tersangka dalam perkara pencurian karena makan tidak bayar. Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan kompleksitas penanganan hukum di Indonesia.
Kasus Nabilah O'Brien ini mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses hukum. Banyak netizen yang mendukung Nabilah dan mempertanyakan mengapa korban justru bisa berbalik menjadi tersangka. Viralnya kasus ini di media sosial menunjukkan betapa masyarakat peduli dengan penegakan keadilan.