Viral

Viral Lahan Bekas Karhutla di Berau Tiba-tiba Jadi Kebun Sawit, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Ujang Trisno Ujang Trisno 08 Sep 2026 22:54 4 Views
Viral Lahan Bekas Karhutla di Berau Tiba-tiba Jadi Kebun Sawit, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Viral Lahan Bekas Karhutla di Berau Tiba-tiba Jadi Kebun Sawit, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

Javas Corner - Sebuah video yang memperlihatkan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang tiba-tiba berubah menjadi perkebunan kelapa sawit mendadak viral di media sosial. Momen kontroversial ini sontak menarik perhatian publik dan memicu pertanyaan besar tentang siapa pihak yang berani menanam bibit sawit di area yang sebelumnya terbakar.

 

Video yang beredar luas itu menunjukkan kondisi lahan yang masih kering dengan tumpukan pohon terbakar berubah menjadi arang, namun di sela-selanya sudah terlihat bibit pohon kelapa sawit yang mulai tumbuh. Bahkan, perekam video menyebut bahwa tidak jauh dari lokasi tersebut, masih terjadi pembukaan lahan dengan cara dibakar.

 

"Seluas ini mereka buka lahan, dan itu membakar lagi, hutan mereka bakar," ujar perekam video dengan nada prihatin.

 

Polres Berau Langsung Turun Tangan

 

Menanggapi video viral tersebut, Polres Berau bergerak cepat. Satreskrim Polres Berau bersama Polsek Segah langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kondisi lahan serta menelusuri status kepemilikannya.

 

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengonfirmasi bahwa lahan yang menjadi perhatian tersebut berada di Kampung Gunung Sari, Kecamatan Segah, Berau, dengan luas sekitar 19,7 hektare.

 

"Satreskrim Polres Berau dan Polsek Segah sudah melakukan pengecekan ke TKP. Ada sekitar 19,7 hektare lahan yang terdampak kebakaran," ujar Suradi.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan bibit tanaman kelapa sawit yang telah ditanam di sekitar tepi jalan. Area yang telah ditanami tersebut diperkirakan mencapai kurang lebih setengah hektare.

 

"Memang setelah lahan itu terbakar, ada bibit sawit yang sudah mulai ditanam kurang lebih setengah hektare di sekitar tepi jalan," jelasnya.

 

Saksi Diperiksa, Status Lahan Masih Diselidiki

 

Polisi telah memeriksa dua orang saksi sebagai langkah awal penyelidikan. Namun, penyelidikan masih akan dikembangkan dengan memanggil sejumlah pihak lain yang dinilai mengetahui status dan riwayat lahan tersebut.

 

Menurut Suradi, polisi berencana meminta keterangan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) serta pihak pemerintahan kampung. Selain itu, pihak Inhutani juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kepemilikan lahan.

 

"Berdasarkan laporan Inhutani yang juga sudah kita panggil, lahan yang terbakar dan berubah jadi sawit itu lahan milik Inhutani. Tapi untuk lebih pastinya kami akan koordinasi dengan KPHP dulu terkait statusnya," katanya.

 

Saat petugas melakukan pengecekan, tidak ditemukan pihak yang mengaku sebagai pemilik atau pengelola lahan. Polisi hanya menemukan sebuah pondok di lokasi yang diduga digunakan oleh pelaku penanaman.

 

Motif dan Pelaku Masih Misteri

 

Hingga saat ini, belum diketahui siapa pelaku penanaman bibit kelapa sawit di lahan bekas karhutla tersebut. Motif di balik aksi ini juga masih menjadi tanda tanya besar.

 

Suradi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Polisi kini fokus memastikan status lahan dan pihak yang melakukan penanaman sawit. Hasil penyelidikan nantinya akan dikaitkan dengan peristiwa kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut.

 

"Nanti hasilnya berkaitan dengan peristiwa kebakaran yang sebelumnya terjadi di kawasan itu," pungkasnya.

 

Kekhawatiran akan Praktik Illegal Logging dan Alih Fungsi Lahan

 

Kasus ini memicu kekhawatiran publik akan adanya praktik ilegal dalam pemanfaatan lahan hutan yang terbakar. Ada dugaan bahwa kebakaran hutan sengaja dilakukan untuk membuka lahan yang kemudian akan dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit secara ilegal.

 

Praktik seperti ini sangat merugikan negara dan lingkungan. Selain merusak ekosistem hutan, pembakaran lahan juga menyebabkan polusi asap yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat sekitar.

 

Publik pun berharap agar penegakan hukum dilakukan secara tegas terhadap pelaku, jika terbukti bersalah. Perlindungan hutan dan lahan di Kalimantan harus menjadi prioritas untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

 

Javas Corner akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada pembaca.

 

#Karhutla #Berau #KebunSawit #PolresBerau #Viral #KalimantanTimur #LahanTerbakar #Inhutani #KPHP #JavasCorner #BeritaTerkini #AlihFungsiLahan

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner