JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Sebuah video yang memperlihatkan mobil dinas TNI berpangkat bintang dua melawan arah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Senin, 4 Mei 2026, sekitar pukul 18.30 WIB. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Purnomo angkat bicara menanggapi kejadian tersebut.
Penjelasan Kadispenad
Donny menyatakan pihaknya telah memonitor kejadian tersebut dan sedang melakukan pendalaman. "Kami sampaikan bahwa kejadian tersebut sudah kami monitor dan saat ini sedang dilakukan pendalaman," ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan bahwa TNI AD berkomitmen untuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran. "Pada prinsipnya, TNI AD terus menekankan kepada seluruh prajurit untuk selalu tertib berlalu lintas dan menjadi contoh di masyarakat. Sehingga, apabila dalam pendalaman ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Kronologi dan Kemacetan
Berdasarkan informasi awal di lapangan, peristiwa tersebut terjadi saat kondisi lalu lintas sangat padat dan hujan lebat. Akibatnya, pergerakan kendaraan di kedua arah terhambat. Donny menjelaskan kendaraan dinas yang terekam dalam video berada dalam posisi terjebak di tengah kemacetan dengan ruang gerak terbatas, baik untuk maju maupun mundur.
Donny menambahkan bahwa ada upaya untuk mengurai kemacetan dengan menyesuaikan posisi kendaraan agar arus lalu lintas bisa kembali bergerak. Namun, potongan video yang beredar hanya menampilkan sebagian situasi. "Hal itu menimbulkan persepsi seolah-olah kendaraan dinas tersebut menjadi penyebab utama kemacetan, padahal faktanya bukan demikian," ungkapnya.
Provokasi dan Imbauan
Donny mencatat adanya upaya provokasi dalam proses perekaman terhadap pengendara mobil dinas. Meski demikian, anggota di dalam mobil tersebut dapat menahan diri dan tidak terpancing. Ia mengimbau masyarakat untuk melihat peristiwa secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan dari potongan video, terlebih jika disertai narasi provokatif.
"Kami berharap masyarakat bisa bijak dalam menyikapi informasi yang beredar. Jangan sampai viralitas mengalahkan fakta," pungkas Donny. TNI AD berjanji akan transparan dalam proses pendalaman dan sanksi jika terbukti ada pelanggaran.