JAVASCORNER.CO.ID, GAYO LUES - Sebuah video yang menampilkan sejumlah muda mudi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, makan di siang hari bulan Ramadan sambil melakukan siaran langsung di TikTok viral di media sosial. Konten tersebut memicu reaksi keras dari netizen yang menilai aksi tersebut tidak menghormati ibadah puasa.
Konten Viral
Video berdurasi pendek itu pertama kali muncul pada Minggu, 8 Maret 2026. Dalam rekaman terlihat beberapa remaja tampak asyik menyantap makanan di sebuah lokasi yang diduga warung atau kedai.
Mereka secara terbuka melakukan siaran langsung melalui platform TikTok. Salah satu akun yang mengunggah cuplikan itu memberi judul "Muda mudi di Gayo Lues Bangga Mokel Sambil Live Tiktok".
Kata "mokel" dalam konteks ini merujuk pada aktivitas makan di siang hari saat bulan puasa. Praktik ini umum dianggap tidak pantas di daerah dengan mayoritas muslim seperti Aceh.
Reaksi Netizen
Konten tersebut langsung membanjiri kolom komentar dengan berbagai tanggapan. Banyak netizen menyampaikan kekecewaan dan kecaman terhadap aksi para muda mudi itu.
"Bangga banget kalian ya," tulis seorang pengguna media sosial. Komentar lain menyindir, "Paling ujung-ujungnya nanyi minta maaf."
Beberapa komentar bahkan terkesan keras. "Semoga masuk neraka beneran," sahut netizen lain. Ungkapan "udah punya tiket ke neraka" juga muncul berulang kali di kolom komentar.
Konteks Ramadan
Kejadian ini terjadi di tengah bulan Ramadan 1447 Hijriah. Gayo Lues sebagai bagian dari Provinsi Aceh menerapkan syariat Islam yang ketat.
Makan atau minum di tempat umum saat waktu puasa bisa dianggap pelanggaran. Aturan ini terutama ditegaskan untuk menjaga kehormatan bulan suci.
Viralnya konten semacam ini kerap memicu perdebatan antara kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap nilai agama. Masyarakat setempat umumnya mengharapkan sikap lebih bijak dari generasi muda.
Insiden serupa beberapa kali terjadi di berbagai daerah selama Ramadan. Para ahli media sosial mengingatkan pentingnya edukasi literasi digital yang menyeluruh, terutama terkait konten sensitif di bulan suci.