JAVASCORNER.CO.ID, MEDAN - Polda Sumatera Utara membuka penyelidikan terkait video viral yang menunjukkan dua orang diduga oknum polisi menodongkan pistol kepada pekerja pangkas di Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Insiden ini terjadi pada Jumat (17/4/2026) dan telah memicu reaksi publik luas.
Penyelidikan Polda Sumut
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang mendalami kebenaran video tersebut. "Kami sedang melakukan proses penyelidikan," tegas Ferry saat dihubungi Jumat sore.
Ferry menegaskan komitmen Polda Sumut untuk menindak tegas jika terbukti ada pelanggaran. "Jika itu ada personel Polri, pasti akan kami proses sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
Ketika ditanya mengenai kabar penahanan dua polisi, Ferry tidak memberikan konfirmasi langsung. Namun, ia menekankan bahwa proses hukum akan berjalan transparan.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan korban bernama Viky, peristiwa bermula saat ia dan rekannya melintas dari lampu merah Glugur menuju Jalan Bambu. Sekelompok orang mulai mengikuti mereka dengan perilaku mencurigakan.
"Mereka manggil-manggil sambil ngomong kasar, nyuruh berhenti," kenang Viky. Situasi semakin mencekam ketika kelompok tersebut mengeluarkan senjata api.
Momen Penodongan
Viky mengaku sempat mengira mereka adalah begal. "Terus mereka keluarkan senjata api, pistol," tuturnya. Meski ketakutan, Viky meminta rekannya terus melaju menuju tempat kerja di Jalan Mustafa.
Kelompok tersebut tetap membuntuti hingga terjadi cekcok di depan tempat pangkas rambut. "Terjadi lah seperti yang di video itu, cekcok. Mereka ada empat orang," jelas Viky.
Reaksi Korban
Viky menyatakan kelompok pelaku mengaku sebagai polisi namun tidak menunjukkan identitas resmi. Dalam keributan itu, salah satu teman Viky sempat dibawa keluar oleh pelaku.
"Udah-udah bawa dia, ikut, ikut," kata Viky menirukan ucapan pelaku. Pengalaman traumatis ini membuat Viky dan rekan-rekannya waswas terhadap keamanan di lingkungan mereka.
Beberapa warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengaku terkejut dengan tindakan kasar tersebut. Mereka berharap aparat berwenang segera menuntaskan kasus ini.
Implikasi Hukum
Kasus ini menyoroti beberapa aspek hukum yang relevan:
- Penggunaan senjata api tanpa prosedur yang benar
- Penyalahgunaan wewenang jika pelaku terbukti anggota kepolisian
- Pelanggaran terhadap hak warga negara atas rasa aman
Pakar hukum pidana menekankan pentingnya penyelidikan yang komprehensif. Mereka mendorong Polda Sumut untuk bekerja profesional tanpa pandang bulu.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberikan ruang bagi proses hukum. Pengawasan publik terhadap kinerja aparat tetap diperlukan dengan cara yang konstruktif.
Video viral ini menjadi pengingat pentingnya akuntabilitas penegak hukum. Hasil penyelidikan Polda Sumut akan menentukan langkah selanjutnya dalam memulihkan kepercayaan masyarakat.