JAVASCORNER.CO.ID, BANDUNG - Seorang anak menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang di depan warung kelontong Gang Latif II, Mandalajati, Kota Bandung, pada Minggu (31/5) dini hari pukul 03.00 WIB. Aksi brutal itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, mendorong Polrestabes Bandung untuk segera turun tangan.
Kronologi Kejadian
Dalam rekaman CCTV yang beredar, tampak seorang pria dipukuli oleh sekelompok orang. Korban tidak berdaya dan beberapa kali berteriak minta ampun, namun para pelaku terus melanjutkan aksinya hingga akhirnya pergi meninggalkan korban.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Padalarang, tepatnya di Pasir Impun, Kecamatan Mandalajati. Video tersebut langsung menyebar luas dan menuai kecaman dari warganet.
Identitas Korban dan Pelaku
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut bahwa korban dan para pelaku diduga masih di bawah umur.
"Jadi yang di Pasir Impun, bahwa memang betul ada kejadian tersebut," kata Anton di Mapolrestabes Bandung, Rabu (3/6).
Penanganan Polisi
Korban telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Bandung. Kasus ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.
"Korban sudah membuat laporan di kami, di Polrestabes Bandung dan kami sudah melakukan penyelidikan. Karena ini terindikasi pelaku dan korban juga masih di bawah anak-anak," ucap Anton.
Polisi telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan barang bukti dan informasi. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung.
Mekanisme Hukum untuk Anak
AKBP Anton menegaskan bahwa penanganan kasus ini tidak bisa dilakukan secara gegabah. Mengingat adanya indikasi bahwa korban dan pelaku masih di bawah umur, polisi harus mengikuti mekanisme khusus.
"Jadi, ada mekanisme yang memang harus kami lakukan, tidak bisa langsung, ya, penanganan sedikit berbeda," katanya.
Polisi harus memastikan alat bukti yang diperoleh serta melakukan pendampingan terhadap korban dan para pelaku. "Karena kami harus benar-benar memastikan alat bukti yang kami dapatkan maupun pendampingan. Ya, baik kepada korban maupun kepada nantinya yang di duga para pelaku," pungkasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan mengingatkan pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan. Masyarakat diharapkan turut serta mengawasi dan melaporkan jika menemukan tindak kekerasan serupa.