JAVASCORNER.CO.ID, SLEMAN - Sebuah video yang memperlihatkan kondisi kamar kos penuh tumpukan sampah di kawasan Condongcatur, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, viral di media sosial. Kejadian ini terungkap setelah pemilik kos membuka paksa pintu kamar karena penghuninya tidak bisa dihubungi.
- Kronologi Gunungan Sampah Terungkap
- Isi Kamar: Botol Plastik, Kandang Kucing, hingga Botol Urine
- Ogah Kecolongan, Pemilik Kos Akan Sidak Berkala
Kronologi Gunungan Sampah Terungkap
Pemilik kos, Ade Roberta, menceritakan bahwa kondisi kamar yang penuh sampah itu baru diketahui pada pertengahan Agustus. Saat itu, Ade sedang berada di Jakarta dan pengelolaan kos diserahkan kepada sepupunya.
Semuanya bermula ketika sepupu Ade melihat sebuah truk pikap di sekitar kos pada awal Agustus. Ia menduga ada yang sedang mengambil barang, namun tidak terlalu memikirkannya.
Tidak lama kemudian, penghuni kamar berinisial F memberi kabar bahwa ia kemungkinan tidak melanjutkan sewa karena mendapat beasiswa sekolah di Australia. Namun, saat dikonfirmasi, F mengatakan masih akan tinggal hingga akhir Agustus.
"Asumsinya kan Agustus masih bayar sewa, mungkin September mau keluar. Kami menangkapnya begitu," kata Ade, Jumat (20/8/2026) malam.
Setelah itu, komunikasi dengan F terputus. Pihak kos mencoba menghubungi selama seminggu, tetapi tidak ada respons. Hingga akhirnya pada 16 Agustus, saat pembersihan rutin, sepupu Ade melihat pintu kamar F tidak terkunci seperti biasanya.
"Biasanya kalau digembok jelas pasti orangnya enggak ada. Nah ini kok enggak ada gemboknya. Tapi digedor juga enggak nyaut. Udah pasti orangnya enggak ada nih," ujar Ade.
Setelah memastikan tidak ada respons, pihak kos memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar F.
Isi Kamar: Botol Plastik, Kandang Kucing, hingga Botol Urine
Di dalam kamar berukuran sekitar 3x4 meter, pihak kos menemukan tumpukan sampah yang sangat banyak. Sampah tersebut sebagian besar bukan sampah basah, sehingga tidak menimbulkan bau menyengat dan tidak memunculkan kecurigaan.
"Jadi seperti ini, kayak botol plastik, kasur yang udah rusak, kipas angin rusak, kandang kucing. Bahkan, ada air kencing di dalam botol pun ada, dan itu banyak," ungkap Ade.
Sampah yang berhasil dikeluarkan dari kamar mencapai sekitar empat hingga lima kantong plastik besar. Jumlah tersebut pun belum mencakup seluruh sampah yang masih berada di dalam kamar.
Setelah kejadian tersebut, penghuni lain baru menceritakan bahwa F memang dikenal tertutup dan jarang berinteraksi. Ia juga hampir tidak pernah menerima kunjungan saudara maupun teman.
Selama tinggal di kos, F tidak pernah bermasalah dalam pembayaran maupun perilaku. Dari luar, ia justru terlihat menjaga kebersihan diri.
Ade mengaku tidak pernah menduga kamar F menyimpan tumpukan sampah dalam jumlah besar. Ia juga kesulitan mengetahui lebih jauh karena data identitas F tidak lagi berada dalam pegangan pengelola.
Ogah Kecolongan, Pemilik Kos Akan Sidak Berkala
Setelah kejadian ini, Ade berencana membenahi sistem pengawasan kos. Salah satu rencana yang dipertimbangkan adalah melakukan pemeriksaan kamar secara berkala.
"Jadi sebenarnya kalau ke depan, ya udah akhirnya kami putuskan kalau memang mau 2 bulan sekali, 3 bulan sekali mau dipantau, sidak oleh pemilik enggak apa-apa. Enggak usah cari alasan apa-apa, ya memang kita mau lihat kondisi gitu aja," imbuhnya.
Ade mengaku tidak menyangka dokumentasi kondisi kamar tersebut akan viral. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar hal serupa tidak terulang.
"Ya supaya enggak kejadian lagi. Supaya nyampe ke orangnya juga nih semoga, kalau kayak gini. Paling enggak sadar," pungkasnya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi para pemilik kos untuk lebih proaktif memeriksa kondisi kamar secara berkala, demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.