JAVASCORNER.CO.ID, INDRAMAYU - Satpol PP Kabupaten Indramayu bersama Polsek Sukra menertibkan aktivitas penyapu koin di Jembatan Kali Sewo, perbatasan Subang-Indramayu, Jawa Barat, Rabu (25/3/2026). Penertiban dilakukan setelah seorang penyapu koin tertabrak mobil pada Selasa (24/3) sore, yang membuatnya terluka dan dilarikan ke rumah sakit.
Insiden Kecelakaan
Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Pantura, tepatnya di Jembatan Kali Sewo. Sebuah mobil bersenggolan dengan kendaraan lain, lalu oleng dan menabrak Said (42 tahun) yang sedang menyapu koin di lokasi tersebut.
Said mengalami luka-luka akibat tabrakan. Ia segera dilarikan ke RS Mitra Plumbon Patrol untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisinya masih dalam pemantauan.
Kronologi Tabrakan
Berdasarkan informasi awal, insiden berlangsung pada Selasa sore sekitar pukul 17.00 WIB. Cuaca saat itu dilaporkan cukup terang, namun arus lalu lintas padat karena mendekati waktu pulang kerja.
Mobil yang terlibat diduga melaju dengan kecepatan sedang. Setelah bersenggolan dengan kendaraan lain, pengemudi kehilangan kendali dan menghantam Said yang sedang beraktivitas di bahu jalan.
Penertiban Aparat
Menanggapi insiden ini, Satpol PP Indramayu dan Polsek Sukra bergerak cepat. Mereka melakukan operasi penertiban di Jembatan Kali Sewo pada Rabu pagi.
Petugas mengamankan lokasi dan mengusir sejumlah penyapu koin yang masih beraktivitas. Tidak ada penangkapan dalam operasi ini, namun para pelaku diberikan peringatan keras.
Tindakan Hukum
Kapolsek Sukra, Iptu Andi Supriyatna, menjelaskan bahwa aktivitas penyapu koin melanggar beberapa peraturan:
- Mengganggu ketertiban umum
- Membahayakan keselamatan lalu lintas
- Melanggar aturan penggunaan jalan umum
"Kami akan terus memantau lokasi ini. Jika masih ada yang nekat, tindakan tegas akan kami ambil," tegas Andi Supriyatna.
Bahaya Aktivitas
Aktivitas menyapu koin di jembatan telah lama menjadi perhatian aparat. Pelaku biasanya memanfaatkan kemacetan atau perlambatan kendaraan untuk mengambil koin yang dilempar pengendara.
Praktik ini menimbulkan risiko tinggi baik bagi penyapu koin maupun pengguna jalan. Penyapu koin sering kali harus berdiri di tepi jalan yang sempit, sementara pengendara bisa terganggu konsentrasinya.
Data Kecelakaan
Berdasarkan catatan Polres Indramayu, dalam tiga tahun terakhir telah terjadi beberapa insiden serupa:
- 2024: 2 kasus kecelakaan ringan
- 2025: 1 kasus luka berat
- 2026 (hingga Maret): 1 kasus (insiden Said)
Mayoritas korban adalah penyapu koin yang tergolong usia produktif. Mereka umumnya berasal dari keluarga kurang mampu dan melihat aktivitas ini sebagai sumber penghasilan cepat.
Konteks Mudik
Insiden ini terjadi menjelang puncak arus mudik Lebaran. Jembatan Kali Sewo termasuk titik rawan kemacetan di jalur Pantura Jawa Barat.
Kapolsek Sukra mengungkapkan, korban memanfaatkan momen puncak arus mudik untuk mengais rezeki. "Volume kendaraan meningkat signifikan, sehingga peluang mendapatkan koin lebih besar," jelas Andi Supriyatna.
Antisipasi Mudik
Menghadapi arus mudik yang akan memuncak dalam beberapa hari ke depan, aparat menyiapkan langkah-langkah pencegahan:
- Penambahan personel pengawas di titik rawan
- Pemasangan rambu larangan beraktivitas di bahu jalan
- Koordinasi dengan dinas sosial untuk penanganan masyarakat kurang mampu
- Patroli rutin selama 24 jam di area jembatan
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang atau koin kepada pengemis atau penyapu koin di jalan raya. Bantuan lebih baik disalurkan melalui lembaga resmi untuk menghindari praktik berbahaya.
Insiden ini menyadarkan semua pihak tentang pentingnya keselamatan di jalan raya. Aparat berharap penertiban ini bisa mengurangi angka kecelakaan dan membuat perjalanan mudik lebih aman bagi semua pengguna jalan. Masyarakat juga diharapkan lebih peduli terhadap risiko aktivitas yang membahayakan di jalan umum.