Javas Corner - Sebuah aksi nekat yang nyaris merenggut nyawa terjadi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seorang pria terekam kamera melompat dari Peron 2 ke tengah rel kereta saat rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line sedang melaju. Momen mencekam tersebut viral di media sosial dan memicu kepanikan di kalangan penumpang yang menyaksikan peristiwa itu.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @lbj_jakarta pada Selasa (8/9/2026) menunjukkan detik-detik menegangkan ketika pria tersebut berada di tengah rel dengan kereta yang melaju cepat menuju arah Bekasi. Seluruh penumpang yang menyaksikan kejadian itu sontak histeris dan berteriak ketakutan.
"Usai melompat, pria tersebut sempat berdiri beberapa detik di tengah rel," tulis keterangan dalam postingan tersebut.
Beruntung, masinis KRL dengan sigap melakukan pengereman darurat sehingga kereta berhasil berhenti tepat waktu sebelum menabrak pria tersebut. Keputusan cepat masinis ini menjadi penyelamat nyawa pria nekat tersebut.
"Beruntung, KRL berhasil mengerem dan berhenti sebelum terjadi kecelakaan," sambung keterangan tersebut.
Aksi Sujud di Atas Peron
Setelah berhasil menghindari maut dengan selisih yang sangat tipis, pria tersebut dengan sigap melompat naik kembali ke peron. Namun, yang membuat publik terkejut, begitu tiba di atas, pria tersebut langsung melakukan sujud beberapa detik dalam kondisi diam tak bergerak.
Aksi sujud ini membuat suasana di stasiun semakin gaduh dan membingungkan para penumpang. Beberapa orang terlihat mencoba mendekat dan memeriksa kondisi pria tersebut. Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya berdiri kembali.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang mendorong pria tersebut melakukan aksi nekat tersebut. Apakah ia mengalami gangguan psikologis, melakukan percobaan bunuh diri, atau sekadar mencari sensasi, masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Kronologi Menurut KAI Commuter
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memberikan keterangan resmi mengenai peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden bermula saat pria tersebut melompat ke jalur rel sesaat sebelum Commuter Line tujuan Manggarai masuk jalur 2.
"Dengan sigap petugas masinis melakukan pengereman untuk menghindari temperan dengan yang bersangkutan," kata Karina dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
KAI Commuter pun mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan di stasiun dan perlintasan kereta api. Tindakan seperti melompat ke rel dapat membahayakan diri sendiri dan mengganggu perjalanan kereta.
Dampak pada Jadwal Perjalanan KRL
Insiden ini tentu berdampak pada jadwal perjalanan KRL di jalur tersebut. Pengereman darurat yang dilakukan masinis menyebabkan beberapa jadwal perjalanan mengalami keterlambatan. Namun, petugas KAI Commuter bergerak cepat untuk menormalkan kembali perjalanan.
Masyarakat pengguna KRL diimbau untuk selalu mematuhi aturan dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Stasiun kereta api adalah area rawan kecelakaan, dan setiap pelanggaran keselamatan dapat berakibat fatal.
Keselamatan di Stasiun Kereta
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan di lingkungan stasiun kereta api. Petugas keamanan stasiun diharapkan lebih waspada dan meningkatkan pengawasan untuk mencegah aksi-aksi nekat serupa di masa mendatang.
Bagi pengguna KRL, penting untuk selalu berada di area aman, tidak mendekati ujung peron, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan diri sendiri. Keamanan dan keselamatan adalah tanggung jawab bersama.
Javas Corner akan terus memberikan informasi terkini seputar peristiwa viral dan penting di sekitar kita. Pantau terus kanal kami untuk berita-berita terbaru.
#StasiunTanahAbang #KRL #Viral #PriaNekat #CommuterLine #Jakarta #KAICommuter #JavasCorner #BeritaViral #KeselamatanKereta