JAVASCORNER.CO.ID, BANDUNG - Tumpukan sampah yang mengotori jalur menuju kebun teh Pangalengan, Kabupaten Bandung, viral di media sosial. Camat Pangalengan Vena Andriawan mengungkapkan, masalah ini diduga melibatkan oknum yang memungut tarif dari warga lalu membuang sampah secara ilegal di lokasi wisata tersebut.
Viral di Media Sosial
Video yang beredar menunjukkan sampah plastik, styrofoam, dan rumah tangga berserakan di Kampung Bojongwaru, Desa Margamulya. Lokasi ini merupakan jalur menuju perkebunan teh yang terkenal dengan pemandangan hijau.
Warga setempat mengaku kesulitan melintas. Beberapa terlihat membersihkan sampah dengan alat seadanya.
Aksi tersebut terekam kamera ponsel dan cepat menyebar di berbagai platform sosial. Banyak netizen menyayangkan kondisi itu.
Oknum Pungli Terungkap
Vena Andriawan menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kerap membersihkan lokasi. Namun sampah selalu kembali muncul.
"Kami sudah berkali-kali melaksanakan pembersihan, bahkan hingga memasang portal," ujarnya Rabu (1/4/2026).
Modus Operandi
Masalah utama berasal dari oknum masyarakat yang mengambil sampah di beberapa titik Pangalengan. Oknum ini memungut tarif dari warga sekitar.
"Setelah itu oknum itu justru membuangnya ke sana secara sembarangan," tegas Vena.
Ia menegaskan pelaku bukan petugas resmi DLH. Praktik tersebut ilegal dan merugikan masyarakat.
Upaya Penanganan
Pemerintah kecamatan mengambil langkah konkret untuk mengatasi masalah ini. Rencana jangka pendek dan menengah telah disusun.
Peningkatan Pengawasan
"Langkah selanjutnya, kami akan memasang kamera pengawas dan memperketat penjagaan portal," jelas Vena.
Tujuannya mengidentifikasi pelaku pembuang sampah ilegal. Pengawasan akan melibatkan berbagai unsur.
Koordinasi Multisektor
Pihaknya berkoordinasi dengan DLH dan semua unsur Muspika. Kades, Babinsa, dan stakeholder lain dilibatkan.
"Untuk pengawasan, kita sudah lakukan koordinasi dengan semua pihak terkait," tambahnya.
Tantangan Infrastruktur
Selain masalah oknum, Pangalengan menghadapi kendala infrastruktur pengolahan sampah. Hal ini memperumit penanganan persoalan lingkungan.
Keterbatasan TPS
"Belum ada TPS dengan daya tampung besar," ungkap Vena. Ketersediaan dan kesiapan lahan menjadi kendala utama.
Koordinasi dengan DLH Kabupaten Bandung terus dilakukan. Solusi permanen sedang dicari.
Dampak terhadap Wisata
Kebun teh Pangalengan merupakan destinasi wisata andalan Jawa Barat. Sampah mengancam daya tarik kawasan ini.
Pengunjung sering mengeluhkan kondisi lingkungan. Potensi ekonomi lokal bisa terdampak negatif.
Vena berharap masyarakat aktif melaporkan pembuangan sampah ilegal. Kerja sama warga dinilai kunci keberhasilan penanganan masalah lingkungan di Pangalengan. Pemerintah berkomitmen menindak tegas oknum yang merusak ekosistem kebun teh ikonis ini.