JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Video viral berdurasi 30 detik yang memperlihatkan fasilitas mebak di dalam Lapas Cilegon, seperti kasur empuk, pendingin ruangan, dan ponsel, memicu reaksi cepat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Jika terbukti ada penyimpangan, Kepala Lapas Cilegon terancam sanksi tegas.
Klarifikasi Kepala Lapas: Bukan Fasilitas Resmi
Kasubdit Kerjasama Ditjenpas, Rika Aprianti, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima klarifikasi langsung dari Kepala Lapas Cilegon. Dalam keterangannya, Kepala Lapas membantah bahwa video tersebut menunjukkan fasilitas resmi lapas.
“Kepala Lapas Cilegon sudah menyampaikan bahwa konten dalam media sosial tersebut bukan bagian dari fasilitas Lapas Cilegon,” kata Rika, Kamis (14/6/2026), dilansir Antara.
Video Viral: Kasur, HP, dan AC
Dalam video yang beredar, terlihat dua orang penghuni lapas. Satu orang tidur di atas kasur bercorak putih biru, sementara yang lain bersantai sambil mengisi daya ponsel. Kamera juga menyorot sisi ruangan yang menyerupai sel, lengkap dengan pendingin ruangan.
Rika menegaskan bahwa seluruh warga binaan mendapatkan hak fasilitas yang sama, tanpa ada perlakuan khusus.
Ditjenpas Siap Tindak Tegas Jika Terbukti
Ditjenpas tidak tinggal diam. Mereka melakukan pengawasan dan monitoring terhadap unggahan tersebut. Jika ditemukan penyalahgunaan wewenang, sanksi akan dijatuhkan.
“Apabila ditemukan dan terbukti bahwa adanya penyalahgunaan wewenang maka pasti akan diberikan tindakan,” tegas Rika.
Langkah Selanjutnya
Saat ini, Ditjenpas masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Publik pun diharapkan bersabar dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan pengawasan di lembaga pemasyarakatan.
Dengan adanya video viral ini, diharapkan ke depannya tidak ada lagi celah bagi praktik ‘sel sultan’ yang merusak citra sistem pemasyarakatan Indonesia. Semua pihak berharap keadilan dan kepastian hukum dapat ditegakkan.