JAVASCORNER.CO.ID, PROBOLINGGO - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, mencuci ompreng (wadah makan) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kamar mandi masjid viral di media sosial. Kejadian ini memicu beragam reaksi netizen setelah tersebar luas melalui WhatsApp dan TikTok.
Kronologi Kejadian
Dalam rekaman berdurasi singkat, seorang pria terdengar berbicara menggunakan bahasa Madura. Ia mempertanyakan mengapa para siswa diminta mencuci wadah makan sendiri. "Ini siswa madrasah disuruh cuci ompreng di kamar mandi masjid, katanya disuruh petugasnya. Gimana ini?" ujar pengunggah video.
Sekolah tersebut diketahui mendapatkan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kotaanyar 03. Video yang beredar langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Klarifikasi Satgas MBG
Menanggapi kegaduhan, Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan peristiwa itu terjadi sekitar dua minggu lalu. Pihaknya telah menindaklanjuti dengan teguran kepada Kepala SPPG Kotaanyar 03.
Namun, Ugas meluruskan bahwa tidak ada perintah dari SPPG kepada siswa untuk mencuci wadah. "Berdasarkan penelusuran, dari pihak SPPG tidak ada perintah untuk mencuci ompreng. Kronologinya, pihak lembaga pendidikanlah yang menginstruksikan hal itu dengan maksud mendidik kemandirian anak didiknya," jelas Ugas dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Ia menambahkan, para siswa di madrasah tersebut memang memiliki kebiasaan positif mencuci tangan dan membersihkan peralatan setelah makan. Karena merasa senang menerima menu MBG perdana, mereka berinisiatif mencucinya sekalian.
Evaluasi dan Pengawasan
Meski bermaksud baik untuk pendidikan karakter, Ugas menegaskan bahwa secara aturan, pencucian wadah makan merupakan tanggung jawab penuh pihak penyedia atau SPPG sesuai Standard Operating Procedure (SOP). "Maksudnya memang baik untuk mendidik, tapi cuci piring adalah tanggung jawab SPPG sesuai SOP. Itulah mengapa hal ini menjadi viral," tambahnya.
Satgas MBG Kabupaten Probolinggo memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program. Fokus utama adalah menjaga kualitas menu agar tetap sesuai standar harga dan prosedur kebersihan. "Yang terpenting bagi kami adalah menjaga agar menu tetap sesuai dan kualitasnya terjaga. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi agar seluruh pihak tetap mengikuti SOP di era keterbukaan informasi ini," pungkasnya.
Program MBG sendiri terus berjalan dengan harapan dapat memberikan manfaat optimal bagi siswa. Evaluasi berkala dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.