JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA TIMUR - Video tumpukan sampah di akses jalan Kanal Banjir Timur (KBT) Pulogebang dan Rusunawa Cakung Barat Albo, Cakung, Jakarta Timur viral di media sosial. Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung mengonfirmasi penumpukan sampah terjadi akibat pembatasan pembuangan ke TPST Bantargebang dan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan di malam hari. Petugas telah membersihkan lokasi pada Rabu (8/4/2026).
Viral di Media Sosial
Video yang diunggah akun Instagram @seputarcakung menunjukkan tumpukan sampah sekitar 10 meter berserakan di dua lokasi. Kondisi ini menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu pengendara.
Warga mengeluhkan fasilitas publik menjadi kumuh. Narasi postingan menyebut sampah menggunung telah menjadi pemandangan sehari-hari.
Penyebab Penumpukan
Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung, Encep, menjelaskan dua faktor utama penyebab penumpukan sampah.
Pembatasan ke Bantargebang
Pembuangan akhir ke TPST Bantargebang masih dibatasi. Hal ini memengaruhi alur pengangkutan sampah dari tingkat lokal.
Kebiasaan Warga
Banyak warga membuang sampah di lokasi transit pengepokan, khususnya malam hari. Lokasi tersebut seharusnya hanya untuk memindahkan sampah dari kendaraan kecil ke besar.
Encep menegaskan akses jalan di belakang rusunawa bukan tempat pembuangan sampah. Oknum yang membuang sampah malam hari sulit dilacak karena aktivitas di jalanan.
Tanggapan Petugas
Satpel Lingkungan Hidup telah membersihkan tumpukan sampah di kedua lokasi. Pengangkutan dilakukan pada Rabu (8/4/2026).
Encep menyatakan kondisi akses jalan KBT dekat TPS 3R Pulogebang dan Rusunawa Albo kini sudah bersih. Pembersihan dilakukan sebagai respons cepat atas aduan warga.
Solusi dan Hambatan
Petugas menghadapi kendala dalam pengawasan berkelanjutan. Pengawasan 24 jam dinilai tidak memungkinkan karena faktor keamanan dan kebutuhan istirahat petugas.
Keterbatasan Pengawasan
Petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) tidak dapat berjaga terus-menerus. Lokasi sepi pada malam hari dimanfaatkan untuk membuang sampah sembarangan.
Upaya Pencegahan
Satpel Lingkungan Hidup berupaya meningkatkan sosialisasi kepada warga. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah di lokasi transit pengepokan.
Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah. Diharapkan kerja sama warga dapat mencegah terulangnya penumpukan sampah di masa depan.