Berita

Viral Video Ibu Marah di Pesantren Ternyata Hanya Behind the Scene Film Edukasi

Ujang Trisno Ujang Trisno 24 Feb 2026 14:11 86 Views
video viral pesantren

Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu marah-marah di sebuah pondok pesantren di Lumajang mendadak viral di media sosial. Dalam rekaman itu, ibu tersebut tampak emosi lantaran anaknya digunduli rambutnya oleh pihak pesantren. Ia mengancam akan memviralkan kejadian itu dan mengaku sebagai istri polisi.

 

Video yang pertama kali diunggah oleh akun TikTok @kingzadma itu langsung menuai perhatian warganet. Beragam komentar pun bermunculan. Ada yang membela pihak pesantren, tak sedikit pula yang mendukung kemarahan sang ibu. Dalam hitungan jam, video tersebut sudah ditonton lebih dari 108 ribu kali.

 

Namun, belakangan diketahui bahwa video yang viral tersebut ternyata bukanlah kejadian nyata. Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syarifiy 1, Ahmad Syaifudin Amin, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa video itu sebenarnya adalah bagian dari proses pembuatan film santri di lingkungan pesantren mereka.

 

Menurutnya, dalam unggahan aslinya sebenarnya sudah ada keterangan atau caption yang menjelaskan bahwa video tersebut merupakan behind the scene atau cuplikan di balik layar pembuatan film. Sayangnya, banyak warganet yang tidak membaca caption hingga akhirnya salah paham dan mengira peristiwa itu benar-benar terjadi.

 

"Banyak netizen yang salah paham karena tidak membaca caption, dikira ini kejadian sesungguhnya," ujar Amin, Selasa (24/2/2026).

 

Ia menambahkan bahwa film tersebut sengaja dibuat sebagai media edukasi kepada para wali santri. Tujuannya agar para orang tua tidak terlalu mencampuri kebijakan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pondok pesantren. Penggundulan rambut sendiri merupakan salah satu sanksi yang memang sudah lama diterapkan bagi santri yang melanggar aturan, seperti kedapatan merokok.

 

Meski video itu hanya konten, pihak pesantren tetap menyampaikan permohonan maaf apabila unggahan tersebut telah menimbulkan kegaduhan atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih teliti sebelum mempercayai atau menyebarkan video yang beredar di media sosial. Tidak semua hal yang viral adalah fakta. Terkadang, ada konteks atau keterangan yang terlewat, seperti caption yang tidak sempat terbaca. Akibatnya, persepsi publik bisa keliru dan menimbulkan polemik yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

 

Di era digital seperti sekarang, literasi media menjadi semakin penting. Membaca judul saja tidak cukup. Memastikan kebenaran informasi sebelum bereaksi adalah langkah bijak yang harus dibiasakan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#viral #pesantren #media sosial #hoaks #edukasi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner