JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel, Itamar Ben-Gvir, menjadi sasaran kecaman global setelah membagikan video bernada olokan terhadap para relawan pro Palestina yang ditahan di Pelabuhan Ashdod. Video tersebut viral di media sosial, memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kronologi Video Olokan
Dalam unggahan di akun X resminya @itamarbengvir pada Kamis, 21 Mei 2026, Itamar Ben-Gvir mengaku tengah berada di antara ratusan relawan dan aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) yang sempat diringkus secara ilegal di Perairan Siprus. Video tersebut memperlihatkan dirinya mengunjungi fasilitas penahanan di Pelabuhan Ashdod, tempat para aktivis ditahan.
"Selamat datang di Israel," tulis Itamar dalam keterangan video. Dalam rekaman, ia juga terlihat menyemangati petugas keamanan saat mereka menekan seorang aktivis perempuan yang berteriak "Palestina merdeka!" di tengah kedatangannya.
Momen yang paling menuai sorotan tajam adalah saat Itamar melambaikan bendera Israel berukuran besar di samping puluhan aktivis yang berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung. Ia kemudian mengatakan sesuatu yang dinilai tidak berempati: "Selamat datang di Israel, kami adalah tuan."
Reaksi Global dan Kecaman
Video tersebut langsung memicu kecaman dari pemerintah Indonesia dan berbagai negara. Masyarakat internasional mengecam tindakan Itamar yang dianggap merendahkan martabat para relawan kemanusiaan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak Israel untuk menghormati hukum internasional.
Banyak pihak menilai bahwa tindakan Itamar Ben-Gvir mencerminkan sikap arogan dan tidak manusiawi terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan GSF. Para relawan tersebut diketahui sedang dalam misi untuk menembus blokade Gaza dan membawa bantuan kemanusiaan.
Nasib 430 Relawan GSF
Sebanyak 430 relawan GSF saat ini masih berjuang untuk mendapatkan kebebasan. Mereka ditahan setelah kapal-kapal mereka dicegat secara ilegal di Perairan Siprus oleh otoritas Israel. Proses hukum dan diplomasi terus dilakukan oleh berbagai pihak untuk membebaskan para relawan.
Beberapa negara, termasuk Indonesia, telah menyatakan dukungannya terhadap upaya pembebasan para relawan. Organisasi hak asasi manusia juga mengecam penahanan tersebut sebagai pelanggaran hukum laut dan hak asasi manusia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai langkah selanjutnya terhadap para relawan. Masyarakat internasional terus mendesak agar para relawan segera dibebaskan dan diberikan akses hukum yang adil.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan Menteri Pertahanan Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal dengan pandangan garis kerasnya. Publik berharap agar tekanan internasional dapat mengubah sikap Israel terhadap para aktivis kemanusiaan dan warga Palestina.