Metropolis

Warga Bekasi Terdampar di Maroko Minta Bantuan Pemerintah Pulang

Ujang Trisno Ujang Trisno 09 Mar 2026 22:43 68 Views
Warga Bekasi Terdampar di Maroko Minta Bantuan Pemerintah Pulang

Warga Bekasi Terdampar di Maroko Minta Bantuan Pemerintah Pulang

JAVASCORNER.CO.ID, BEKASI - Lely Lydia (33), warga Kelurahan Teluk Pucung Kota Bekasi, terjebak di Maroko selama tiga minggu. Ia kini memohon bantuan pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi kepulangannya ke tanah air.

Perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga itu mengungkapkan pengalaman buruknya selama bekerja di negara Afrika Utara tersebut. Lely kabur dari majikan setelah menerima perlakuan tidak manusiawi dan kini berlindung di shelter Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Maroko.

Kronologi Kejadian

Lely berangkat ke Maroko pertengahan Januari 2026. Ia tertarik dengan tawaran kerja di media sosial yang menjanjikan posisi pengasuh dengan gaji lebih dari Rp8 juta per bulan.

Kenyataannya jauh berbeda. Setiba di Maroko, ia harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga. Majikan pertamanya bahkan melakukan kekerasan verbal dan fisik.

"Saya ditoyor kepalanya oleh majikan pertama," kenang Lely melalui telepon, Minggu (8/3).

Perlakuan Tidak Manusiawi

Selama hampir sebulan bekerja, Lely tidak menerima gaji utuh. Agen penyalur memotong sebagian besar penghasilannya. Ia kemudian dipindahkan ke majikan kedua.

Nasib tak berubah. Hanya satu hari bekerja, ia dikembalikan ke agen. Situasi semakin buruk ketika agen mulai mengintimidasi keluarganya di Bekasi.

"Agen menelpon keluarga saya untuk minta uang tiket pulang," ujar Lely. "Mereka menggunakan kata-kata kasar yang menyakiti."

Kabur ke KBRI

Merasa terancam, Lely memutuskan kabur ke KBRI Maroko. Keputusan itu diambil setelah berkomunikasi dengan kakaknya di Bekasi. Sejak tiga minggu lalu, ia tinggal di shelter kedutaan.

Kondisinya aman di bawah perlindungan diplomat Indonesia. Namun kerinduan pada keluarga, terutama anak balitanya, terus menggerogoti hati.

Upaya Pemulangan

Upaya pemulangan menemui jalan buntu. Agen penyalur menghindar ketika dihubungi mengenai tiket pulang. Keluarga Lely di Bekasi juga tidak mampu membiayainya.

"Tiket harganya hampir Rp11 juta," ungkap Lely. "Keluarga saya ekonomi tidak mampu."

Ia telah menghubungi anggota DPRD Kota Bekasi untuk meminta bantuan. Langkah ini terinspirasi dari keberhasilan pemulangan warga Bekasi dari Kamboja tahun 2025.

Harapan Keluarga

Di Bekasi, keluarga Lely tinggal bersama di rumah kakaknya di Teluk Pucung. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan.

"Saya berharap pemerintah bisa membantu rakyat Indonesia yang jauh di negeri orang," tutur Lely penuh harap.

Kasus ini kembali menyoroti perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri. Banyak TKI masih menghadapi risiko serupa meski berbagai regulasi telah diterapkan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#Bekasi #Maroko #TKI #bantuan pemerintah #warga terdampas

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner