Sebuah video yang memperlihatkan warga Tangerang protes jalan rusak viral di media sosial. Namun, yang bikin peristiwa ini menarik perhatian bukan cuma keluhan mereka, tapi siapa yang dimintai tolong. Bukannya meminta bantuan ke Gubernur Banten Andra Soni, warga di Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, ini justru memasang spanduk besar bertuliskan permintaan tolong kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Aksi demo itu digelar pada Minggu (22/2/2026) sore. Warga mengeluhkan kondisi Jalan Raya Pakuhaji yang rusak parah dan dipenuhi lumpur saat hujan. Jalan ini merupakan akses utama di wilayah utara Tangerang, tapi selain rusak, kemacetan akibat truk yang parkir seenaknya juga bikin warga geram.
Di tengah aksi itu, spanduk-spanduk protes dipasang. Salah satunya berisi tulisan yang langsung mencuri perhatian: foto Dedi Mulyadi terpampang dengan kalimat "Kang Dedi tolong ke Banten jalan raya Tangerang utara sudah hancur." Sontak, spanduk itu jadi pusat perhatian warganet yang melihat video tersebut.
Fenomena ini sontak memicu beragam reaksi. Banyak warganet yang menyindir kinerja pemerintah setempat. Ada juga yang membanding-bandingkan dengan program perbaikan jalan di Jawa Barat yang gencar dilakukan Dedi Mulyadi. Beberapa bahkan bercanda agar wilayah Banten kembali bergabung dengan Jawa Barat.
Dedi Mulyadi sendiri dikenal luas karena program "Jalan Leucir"-nya yang fokus pada perbaikan infrastruktur desa. Popularitasnya sebagai gubernur ternyata sudah terdengar hingga lintas provinsi, sampai-sampai warga Banten yang frustrasi dengan jalan rusak pun ikut memanggil namanya.
Insiden ini jadi cermin betapa infrastruktur yang baik adalah kebutuhan mendasar. Ketika pemerintah daerah dinilai lambat merespons, warga tak segan mencari figur yang dianggap bisa menyelesaikan masalah, meski secara administratif bukan wilayahnya. Kini, viralnya aksi ini setidaknya jadi tekanan publik agar Jalan Raya Pakuhaji segera mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan di Banten.