Politik

WFH Setiap Jumat, Menag Pastikan Layanan Nikah Tetap Optimal

Elvan Rizki Elvan Rizki 03 Apr 2026 09:57 63 Views
Menteri Agama Nasaruddin Umar instruksikan layanan publik tetap optimal meski WFH tiap Jumat

Menteri Agama Nasaruddin Umar instruksikan layanan publik tetap optimal meski WFH tiap Jumat

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Agama memastikan layanan publik tetap optimal meski work from home (WFH) diterapkan setiap Jumat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Instruksi ini berlaku mulai Jumat, 3 April 2026, merujuk Surat Edaran Menteri PAN-RB Nomor 3 Tahun 2026.

Instruksi Menag untuk Layanan Publik

Nasaruddin menegaskan pelayanan publik sebagai prioritas utama Kementerian Agama. Penyesuaian sistem kerja melalui WFH tidak boleh mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

"Layanan harus tetap hadir, mudah diakses, dan berkualitas," ujar Menag dalam siaran persnya, Jumat (3/4/2026). Instruksi ini berlaku bagi seluruh satuan kerja Kemenag di pusat maupun daerah.

Pengaturan teknis pelaksanaan WFH diserahkan kepada pimpinan masing-masing satuan kerja. Mereka perlu mempertimbangkan karakteristik tugas dan jenis layanan yang dikelola.

Layanan Esensial yang Tetap Berjalan

Pimpinan satuan kerja wajib memastikan layanan esensial tetap tersedia selama penerapan WFH. Layanan-layanan ini berdampak langsung kepada masyarakat.

Jenis Layanan yang Diutamakan

  • Pencatatan nikah
  • Legalisasi buku nikah
  • Layanan keagamaan lainnya

Nasaruddin menekankan keterbukaan informasi sebagai kunci keberhasilan. Masyarakat harus mendapatkan kepastian layanan meski ada penyesuaian sistem kerja.

Layanan publik juga harus tetap inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak perlu mendapat perhatian khusus.

Optimalisasi Teknologi Digital

Menag mendorong optimalisasi pemanfaatan teknologi sistem informasi dalam pelayanan publik. Digitalisasi layanan perlu terus diperkuat untuk menjaga kualitas pelayanan.

"Pemanfaatan teknologi harus menjadi solusi agar masyarakat tetap terlayani tanpa hambatan," ucap Nasaruddin.

Standar Layanan Daring dan Luring

Setiap satuan kerja harus memastikan informasi layanan tersampaikan jelas kepada masyarakat. Baik layanan daring maupun luring tetap harus memenuhi standar kualitas dan waktu yang ditetapkan.

Pengoptimalan rapat dan koordinasi secara daring terus dilakukan. Tujuannya mengurangi mobilitas sekaligus mendukung praktik hemat energi.

Langkah Penghematan Energi

Kebijakan WFH setiap Jumat juga sejalan dengan upaya penghematan energi di lingkungan Kementerian Agama. Beberapa langkah konkret telah diterapkan.

Pengaturan Mobilitas

  1. Penggunaan kendaraan dinas dibatasi maksimal 50 persen
  2. ASN didorong memprioritaskan transportasi umum
  3. Pengelolaan perjalanan dinas dilakukan lebih bijak

Seluruh satuan kerja didorong menggunakan listrik secara bijak. Baik di lingkungan kantor maupun rumah sebagai bagian pembiasaan budaya hemat energi.

"Kita ingin membangun kebiasaan kerja yang lebih adaptif," kata Nasaruddin. Langkah-langkah ini menjadi bagian upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus ketahanan ekonomi nasional.

Kementerian Agama berkomitmen menjaga kualitas layanan publik meski dengan penyesuaian sistem kerja. Masyarakat diharapkan tetap mendapatkan pelayanan optimal untuk berbagai kebutuhan administrasi keagamaan.

Elvan Rizki

// Verified Author

Elvan Rizki

Staff Redaksi

Spesialis konten media siber dan publikasi Google News.

▸ TAG TOPIK

#WFH #Kementerian Agama #layanan publik #pencatatan nikah #ASN

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Thumbnail

Ironi Penganyam Caping di Magetan: Upah Rp5.000 Sehari, Tapi Tercatat Desil 9 dan Tak Dapat Bansos

Thumbnail

Tragis! Lima Bekantan Mati Terbakar saat Karhutla di Hulu Sungai Selatan, Diduga Terjebak dan Tak Sempat Kabur

Thumbnail

Rumah Kosong di Bandung Barat Digerebek, Ternyata Pabrik Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner