JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Xiaomi meluncurkan produk makanan tak terduga berupa es krim dalam tiga varian bernama Standard, Pro, dan Max yang dijual eksklusif di kantin internal perusahaan. Peluncuran dilakukan dalam Values Conference 2026 dengan harga mulai 5,99 yuan (sekitar Rp15 ribu) dan langsung habis terjual tak lama setelah diperkenalkan.
Varian dan Harga
Xiaomi mengadopsi strategi penamaan yang familiar dari lini gadget mereka untuk produk makanan ini. Tiga varian es krim menawarkan spesifikasi berbeda dengan harga berjenjang.
Standard: Rp15 Ribu
Varian paling dasar ini dijual 5,99 yuan atau setara Rp15 ribu. Es krim Standard hanya berisi es krim dasar tanpa tambahan topping apapun.
Pro: Rp17.500
Dengan harga 6,99 yuan (sekitar Rp17.500), varian Pro menawarkan satu kukis sebagai tambahan. Peningkatan harga 1 yuan memberikan nilai tambah berupa kukis tunggal.
Max: Rp22.500
Varian premium ini dibanderol 8,99 yuan atau Rp22.500. Xiaomi menyebut Max sebagai spesifikasi maksimal dengan tiga kukis untuk penggemar makanan manis.
Proses Pembuatan
Resep es krim Xiaomi dikembangkan oleh Chef Bing Jiabao dari kantin internal perusahaan. Chef terinspirasi dari es krim tahu tradisional China.
Bahan Utama Millet
Xiaomi menggunakan millet sebagai bahan utama, bahan yang identik dengan branding perusahaan. Proses pembuatan dimulai dengan mengukus millet hingga matang.
Millet kemudian dihaluskan menjadi pasta kental. Pasta ini dicampur dengan susu segar sebelum dibekukan. Topping biji millet panggang ditambahkan untuk memperkuat rasa.
Kolaborasi dengan Mengniu
Foto yang beredar menunjukkan mesin es krim bermerek Mengniu, perusahaan susu ternama China. Ini mengindikasikan kolaborasi antara Xiaomi dan produsen susu terkemuka.
Metode pembuatan diklaim berhasil mempertahankan rasa khas millet sambil memberikan tekstur lembut khas es krim premium.
Respon Publik
Tak lama setelah peluncuran, Xiaomi Ice Cream langsung viral di media sosial China. Warganet menunjukkan antusiasme tinggi terhadap produk tak biasa ini.
Reaksi Media Sosial
Banyak pengguna bercanda menunggu varian Ultra atau Youth Edition, mengacu pada seri smartphone Xiaomi. Beberapa membandingkan strategi penamaan dengan produk teknologi.
Xiaomi mengonfirmasi seluruh stok es krim habis terjual dalam waktu singkat. Popularitas produk melebihi ekspektasi perusahaan.
Pembelian Eksklusif
Es krim ini hanya tersedia di kantin internal Xiaomi. Karyawan perusahaan menjadi konsumen pertama yang bisa mencicipi produk inovatif ini.
Keterbatasan akses justru menambah daya tarik produk. Banyak yang penasaran dengan rasa es krim dari perusahaan teknologi ternama.
Konteks Perusahaan
Xiaomi telah mengoperasikan kantin internal sejak 2015. Seluruh staf kantin merupakan karyawan langsung perusahaan, bukan pihak ketiga.
Values Conference 2026
Peluncuran dilakukan dalam acara tahunan perusahaan yang membahas nilai-nilai dan inovasi. Es krim menjadi bagian dari presentasi tentang kreativitas bisnis.
Ini bukan pertama kalinya Xiaomi berekspansi ke kategori non-teknologi. Perusahaan sebelumnya telah mencoba berbagai diversifikasi produk.
Strategi Branding
Penggunaan nama Standard, Pro, dan Max konsisten dengan identitas merek Xiaomi. Perusahaan menerapkan logika produk teknologi ke dunia kuliner.
Es krim menjadi media untuk memperkuat branding sekaligus memberikan pengalaman unik bagi karyawan. Inisiatif ini menunjukkan fleksibilitas perusahaan dalam berinovasi.
Keberhasilan es krim Xiaomi membuka kemungkinan ekspansi lebih lanjut ke kategori makanan. Perusahaan teknologi terus mencari cara untuk terhubung dengan konsumen melalui produk sehari-hari. Diversifikasi seperti ini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat loyalitas merek di berbagai aspek kehidupan.